Jangan Anggap Sepele Urine Berbusa, Dokter Jelaskan Perbedaannya dengan Tanda Penyakit Ginjal
ptaskes.com – Banyak orang merasa khawatir saat melihat busa dalam urine mereka. Mereka sering mengaitkannya dengan gangguan ginjal. Namun, dr. Arief Rahman, SpPD, menyampaikan bahwa urine bisa berbusa karena aliran yang terlalu deras saat buang air kecil. Selain itu, tubuh yang kekurangan cairan juga bisa membuat urine tampak lebih pekat dan menghasilkan busa ringan. Kedua kondisi ini tergolong normal dan tidak berbahaya selama tidak muncul terus-menerus.
Busa Normal Cepat Menghilang
Dokter Arief menjelaskan bahwa busa yang tergolong normal akan hilang dalam beberapa detik. Orang yang sehat biasanya memiliki urine berwarna kuning muda atau jernih, tanpa bau menyengat dan tanpa busa yang menetap. Saat tubuh dalam kondisi cukup cairan, urine jarang menunjukkan busa. Kalaupun muncul, busa akan cepat menghilang tanpa meninggalkan sisa.
Ciri Busa Abnormal Muncul Lebih Jelas
Ginjal yang bermasalah akan membuat urine terlihat lebih berbusa dari biasanya. Dokter Arief menegaskan bahwa busa yang tampak tebal, banyak, dan bertahan lama kemungkinan besar menandakan adanya protein dalam urine. Ginjal yang sehat tidak membiarkan protein lolos ke urine. Jika seseorang melihat busa yang tidak biasa, ia perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penyakit Ginjal Menyebabkan Kebocoran Protein
Tubuh yang mengalami gangguan pada fungsi ginjal akan membuang protein lewat urine. Dokter menyebut kondisi ini sebagai proteinuria. Beberapa penyebab utamanya antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, dan infeksi ginjal kronis. Selain busa, gejala lain bisa berupa bengkak di kaki, wajah sembap, tekanan darah naik, dan rasa lelah berlebihan. Pemeriksaan urine dan fungsi ginjal dapat membantu dokter menemukan penyebabnya secara pasti.
Dokter Sarankan Gaya Hidup Sehat dan Pemeriksaan Rutin
Dokter Arief mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi urine setiap hari. Jika busa terlihat menetap dan muncul terus-menerus, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Ia juga menganjurkan masyarakat untuk menjaga asupan cairan, mengontrol pola makan, serta rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula. Dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini, masyarakat bisa mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.
