Info Kesehatan

Kartini Masa Kini, Ayo Penuhi Gizi Janin Anda Sejak Dini

27/04/12



nutrisi-ibu-hamilKartini Masa Kini, Ayo Penuhi Gizi Janin Anda Sejak Dini

 Kehamilan merupakan proses alamiah dan unik yang dialami oleh seorang wanita. Dikatakan unik karena hal yang dirasakan oleh seorang ibu hamil belum tentu sama dengan ibu hamil lainnya. Karena batasan yang amat luas tersebut, maka rubrik sehat kali ini mencoba membahas seluk beluk kehamilan dan kebutuhan gizi pada ibu yang bekerja. Sebagai penerus Kartini, seorang ibu harus memberikan yang terbaik bagi janinnya.

Seringkali pada ibu hamil yang bekerja, karena kesibukannya, sedikit terlupa untuk memperhatikan asupan gizi bagi diri dan janin dikandungannya. Diperlukan kedisiplinan untuk mencegah hal tersebut. Beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh sang ibu antara lain :

  1. Berkonsultasi dengan Dokter Kandungan atau ahli Gizi tentang pengaturan nilai gizi/kalori yang dibutuhkan sesuai usia kehamilan.
  2. Membuat jadwal atau perencanaan makan. Sebaiknya jadwal tersebut ditulis pada kertas/bahan yang bisa ditempelkan didekat meja kerja sang ibu.
  3. Bila memungkinkan, siapkan bekal dari rumah sesuai perencanaan makan. Hal tersebut lebih baik ketimbang saat jam istirahat ibu harus mencari makan di luar kantor yang belum tentu tepat hitungan kalorinya. Namun bila hal tersebut tidak mungkin dilakukan, identifikasi kantin atau penjual makanan yang sudah terbukti higienitas dan cara pengolahan makanannya baik.
  4. Atur jam weker atau nyalakan alarm handphone  pada jam – jam tertentu dimana ibu harus makan.
  5. Sediakan pula makanan – makanan kecil untuk membantu asupan gizi bagi ibu hamil yang cenderung merasakan mual atau muntah. Bila perlu sediakan dan bawalah kantung muntah kemanapun ibu pergi. Tidak perlu malu atau kecil hati karena setiap orang pasti akan memaklumi dan mengerti kondisi anda.
  6. Disiplinlah terhadap jadwal dan perencanaan makan yang telah dibuat. Ingatkan kembali diri anda bahwa saat ini anda tengah mempersiapkan generasi bangsa yang sehat melalui penjaminan gizi yang baik. Perlu diketahui bahwa trimester 2 merupakan salah satu periode kehamilan yang sangat krusial dimana perkembangan otak dan susunan syaraf janin dimasa ini sangat pesat, jadi pemilihan menu makanan dan kedisiplinan ibu akan sangat berpengaruh.

Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi akan meningkat sehingga ibu hamil perlu di beri motivasi tambahan agar bersemangat untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi, ditambah kontrol terhadap kenaikan berat badannya selama kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang ideal berkisar antara 12-15 kilogram.

Ketidakcukupan gizi yang diberikan  akan meningkatkan risiko kelahiran prematur,  keguguran, kelainan sistem syaraf bayi, perkembangan janin  tidak normal, bahkan hingga menyebabkan kematian janin. Jadi, perhatikan betul mengenai asupan gizi selama kehamilan, serta yang perlu diingat, janganlah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi karena kuantitas, tapi gizi yang berkualitas dengan komposisi yang berimbang dan cukup, itu yang terpenting.

Dibawah ini adalah gizi baik yang dibutuhkan janin :

1. Kalori.

Selama kehamilan, pertambahan kebutuhan konsumsi kalori harian adalah sekitar 300-400 kkal. Kalori dapat diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, umbi-umbian, lemak nabati dan hewani, protein, sayuran serta buah-buahan.

2. Asam Folat.

Asam Folat berfungsi untuk membantu pembentukan sel dan sistem syaraf. Beberapa produk susu olahan mengklaim kandungan asam folat didalamnya, namun hal ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau ahli gizi anda. Selain itu, asam folat juga banyak ditemukan pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.

3. Protein.

Protein telah dikenal sebagai zat pembangun, pembentukan sel dan darah. Kebutuhan protein pada kehamilan adalah sekitar 60 gram setiap harinya. Kandungan protein banyak ditemui pada kacang – kacangan, putih telur, daging, tahu dan tempe.

4. Kalsium.

Berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Selain itu dapat membantu ibu dalam mencegah peningkatan risiko osteoporosis karena memang ibu hamil sangat membutuhkan konsumsi kalsium yang cukup bagi janinnya agar janinnya tidak ‘mencuri’ kalsium sang ibu yang akan mengakibatkan tulang ibu menjadi rapuh dan rawan osteoporosis. Susu dan produk olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seperti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2, Vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.

5. Vitamin A.

Vitamin A sangat baik untuk perkembangan imunitas janin dan pemeliharaan fungsi mata. Namun konsumsi vitamin A harus secara tepat dilakukan karena kelebihan vitamin A pada ibu hamil dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan janin. Konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi anda.

6. Zat Besi.

Sudah lama dikenal bahwa zat besi berguna dalam pembentukan sel darah merah yang dapat mengurangi risiko ibu hamil terkena anemia. Kebutuhan utama akan zat besi terjadi saat usia kehamilan mencapai 20 minggu. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.

7.  Vitamin C.

Vitamin C diperlukan untuk membantu penyerapan zat besi. Disamping itu vitamin C juga berguna sebagai antioksidan, berperan dalam kesehatan gigi dan gusi dan perlindungan bagi jaringan organ tubuh janin.

8. Vitamin D.

Membantu dalam penyerapan kalsium yang bermanfaat dalam pertumbuhan tulang. Vitamin D didapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan.

Dari paparan diatas tergambar sudah tentang pentingnya ibu hamil yang bekerja untuk tetap memperhatikan kebutuhan gizi bagi diri dan janin yang dikandungnya. Sesuai falsafah hidup Kartini bahwa generasi yang kokoh akan membuat negara yang kokoh pula. Maka jadilah Kartini – Kartini masa kini yang tetap memperhatikan kesehatan janin anda sejak dini dan juga nanti.

 

 (dari berbagai sumber

Isi Komentar