Info Kesehatan

Menyusui, Hak Yang Menjadi Tantangan Bagi Ibu Bekerja

02/05/12



AsiMenjadi seorang Ibu merupakan sebuah hal yang membahagiakan, karena hal tersebut merupakan anugerah tidak ternilai yang diberikan Tuhan. Setiap ibu pasti menginginkan untuk memberikan yang terbaik bagi bayinya, salah satunya dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif sesuai aturan kesehatan yaitu minimal 6 bulan. Namun seringkali aktifitas menyusui terhalang oleh berbagai sebab diantaranya saat masa cuti akan berakhir sementara ASI eksklusif belum tuntas diberikan pada sang bayi, mobilitas kerja yang tinggi, sering lembur, dinas luar atau tidak tersedianya ruang laktasi di kantor.

Konvensi ILO Nomor 183 tahun 2000 pasal 10 disebutkan bahwa perempuan harus diberi hak istirahat harian atau pengurangan jam kerja harian untuk menyusui anaknya dan berapa lama istirahat menyusui atau pengurangan jam kerja harian ini akan diberikan, banyaknya dalam sehari, lamanya tiap-tiap istirahat dan cara-cara pengurangan jam kerja harian ini diatur berdasarkan hukum dan kebiasan nasional. Istirahat dan pengurangan jam kerja harian ini harus dihitung sebagai jam kerja dan dibayar.

Di Indonesia, hasil Konvensi ILO telah diadopsi kedalam Peraturan Perundang-undangan yaitu Pasal 83 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 128 UU No 39/2009 tentang Kesehatan dan Pasal 2 Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/ PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. Dengan peraturan perundang – undangan tersebut, hak ibu menyusui bagi ibu bekerja tidak terhalang.

Perusahaan tempat bekerja pun diharapkan dapat menempatkan pojok ASI atau ruang laktasi pada salah satu ruangan bekerja dan menyediakan kesempatan serta fasilitas kepada ibu bekerja untuk memberikan/memerah ASI selama waktu kerja dan menyimpan ASI perah tersebut. Ruang laktasi yang disediakan juga harus menunjang kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi ibu. Penyediaan alat penunjang seperti tisu, hand sanitizer sampai dengan freezer penyimpanan botol ASI patut dipertimbangkan. Untuk mendukung kenyamanan, ruang laktasi dapat dilengkapi dengan Air Conditioner, kursi tempat ibu duduk memerah ASI, atau vas bunga yang akan mempercantik ruangan tersebut. Bila ibu bekerja pada perusahaan yang belum memiliki ruang laktasi secara khusus, disarankan untuk tidak melakukan pemerahan ASI pada toilet karena alasan kebersihan.

Ditemui disela kesibukannya sebagai seorang ibu bekerja, Mega Alamia Dewi, 29 tahun, ibu satu anak dari Muhammad Faizan Aidan Athaurrahman ini mengungkapkan bahwa pada awal ia bekerja kembali setelah masa cuti bersalinnya habis, betapa sulitnya menemukan tempat yang pas baginya untuk memerah ASI karena kebetulan perusahaan tempatnya bekerja belum mendukung program ASI eksklusif melalui penyediaan ruang khusus untuk laktasi. Namun, berdasarkan niat yang kuat untuk memberikan gizi terbaik bagi buah hatinya, Mega mencari tempat khusus yang walaupun tidak ideal namun cukup memberikan kenyamanan baginya untuk memerah ASI yaitu di ruang server. Di rumah, ia menyediakan freezer khusus untuk menyimpan ASI. Mega mewakili para ibu menyusui yang bekerja menyarankan agar disetiap perusahaan bersedia menyediakan ruang khusus untuk proses laktasi karena gizi yang baik semenjak bayi akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa.

ASI mengandung semua jenis kebaikan yang dibutuhkan seorang bayi. Kandungan ASI yang utama diantaranya :

Laktosa

merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

Lemak

merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi  utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat  yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.

Oligosakarida

merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.

Protein

Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan. 

Langkah – langkah memerah ASI di kantor:

Berbagai persiapan perlu dilakukan ibu bekerja dalam menyediakan ASI bagi buah hatinya. Diantara persiapan alatnya antara lain pompa ASI, Cooler bag (tempat menyimpan ASI yang telah dipompa dan disimpan dalam botol), botol ASI dan steamer. Tahapan penyediaan ASI adalah sebagai berikut :

  1. Sebelum digunakan, blue ice (ada pada cooler bag) disimpan terlebih dahulu didalam freezer selama semalam
  2. Pergilah ke ruang laktasi atau bila perusahaan belum menyediakan ruang tersebut maka carilah sebuah ruangan yang nyaman dan mendukung privasi ibu selama memerah ASI.
  3. 3.     ASI yang telah dipompa dimasukkan kedalam botol dan diletakkan kedalam cooler bag
  4. Berikan etiket (label) pada botol ASI yang berisi tanggal dan jam ASI tersebut selesai diperah
  5. Setelah sampai dirumah, ASI langsung dimasukkan kedalam freezer
  6. Untuk penggunaan, dahulukan botol yang memiliki tanggal dan jam lebih lama. Sebagai contoh : terdapat dua botol ASI yang keduanya bertanggal 20 Maret 2012, namun etiket pada botol 1 menunjukan bahwa ASI tersebut selesai diperah pada pukul 14.00 WIB sementara botol 2 pada pukul 16.00 WIB, maka botol ASI yang sebaiknya digunakan terlebih dahulu adalah botol ASI pertama (dengan etiket tanggal 20 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).
  7. Sebelum diberikan pada bayi, ASI tersebut dipanaskan dahulu dengan menggunakan steamer sampai suhu tertentu
  8. Setelah agak dingin, barulah diberikan kepada bayi...

Isi Komentar